Rabu, 30 April 2014

Sepenggal Kisah Dari Pucuk Pohon




Kau tahu? Aku selalu menyukai pagi pertama pada musim semi. Saat kehidupanku dimulai lagi setelah melewati jutaan detik, ribuan menit, ratusan jam, puluhan hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan berdiam diri diatas tanah berlapis es tebal hasil muntahan Sang Langit. Aku mengutuk cuaca yang mulai tak menentu. Tak bisa terprediksi, seperti tahun ini, aku terpaksa merasakan kedinginan yang lebih lama.
Beginilah daur hidupku. Bersemi, merekah pada musim semi. Lalu mengoptimalkan pertumbuhan pada musim penghujan yang setia bersahabat denganku, membagi berbagai nutrisi yang aku butuhkan. Selanjutnya mulai menua. Menguning di awal musim gugur dan pada saat inilah kami mampu menyihir seluruh kota layaknya tertutup permadani coklat keemasan saat dipandang dari atas. Dan pada akhirnya harus menghadapi ajal pada awal musim dingin. Tertimbun jutaan butir salju halus yang menipu. Halus yang dapat menusuk tulang, dingin membekukan tubuh.

Sabtu, 26 April 2014

Talent

Kami percaya kok yang baca blog Kami mengerti apa artinya Talent. Tapi ada teman Kami yang tidak tahu artinya ‘Talent’ (what?!). Jangan sering menghina gitu, tidak baik.
Kalau bicara tentang Talent, Kami keinget acara di TransTV ‘Indonesia Mencari Bakat’ tapi Kami tidak akan bicara banyak tentang acara itu, karena Kami sebenernya belum pernah nonton sampai habis. Daripada sotoy, mending lewat aja.