Buat kalian yang baca artikel ini pastinya udah
tau apa yang mau kita bahas. Yak. Pasti kalian tau kan arti dari fake? Sesuai dengan
judulnya, pada artikel ini kita bakal bahas tentang : kepalsuan.
Seperti yang kalian tau selama ini, kehidupan
itu nggak pernah sama. Life is never flat.
Maka dari itu banyaaakkk banget orang yang kurang puas akan hidupnya. Kadang hidup
juga nggak sesuai sama mimpi-mimpi yang udah kita susun sedemikian rupa di dream wall yang terpajang di kamar
masing-masing (kalau ada). Nah, kenyataan yang nggak seuai sama harapan inilah
yang jadi masalah.
Bagi sebagian orang, yang menikmati situasi ini
bakal bilang kalau ini adalah tantangan yang bikin mereka semakin maju kalau
bisa melewatinya. Tapi, nggak jarang, mungkin mayoritas orang bisa stress berat mikirin ini. Buat orang
yang cuek-cuek aja sama yang namanya hidup, pasti bakal milih buat pake
kepalsuan ini. Ya, fake ID.
Sebagian orang yang udah aku sebutin sebagai
orang-orang cuek pasti milih buat nyembunyiin sifat aslinya. Apalagi di usia
remaja seperti kami. Ya, sekarang kita pukul rata aja dulu semua. Kita anggap
semua yang baca artikel ini adalah remaja.
Kami, sering banget nemuin orang-orang yang
(terpaksa) memakai fake ID ini. Mereka cenderung menggunakan sifat palsunya itu
di depan sebagian orang yang belum benar-benar kenal sama dia. Entah apa
sebabnya. Mungkin bisa karna memang sifat aslinya lebih buruk dari yang palsu. Atau
mungkin karena dia sudah tidak kuat untuk memakai sifat aslinya dan ingin
mengganti sifatnya itu, tapi di sisi lain dia belum bisa sepenuhnya
menghilangkan sifat itu.
Berdasarkan pengalaman yang udah aku alami,
beberapa tahun lalu aku memiliki seorang sahabat yang memilih memakai sifat
palsu ini. Saat pertama kali aku mengenal dia, dia itu cuma orang yang
nyebelin, pendiem, omongannya sedikit tapi nyakitin, kecerdasannya juga hanya
rata-rata. Maka dari itu teman-teman yang lain mulai menjauhinya. Saat menginjak
tahun ke-3 perkenalan kami, aku baru tau kalau dia sebenernya nggak gitu.
Pada kenyataannya dia adalah orang yang
sangat-sangat multitalent. Dia punya
segudang kemampuan yang selama ini cuma dia simpen buat dirinya sendiri. Kecerdasannya
juga bukan main, jauh diatas rata-rata. Di kehidupan nyatanya, dia adalah
seorang skateboarder tapi dia lebih
milih buat berjam-jam di depan laptop jadi gamer.
Alasannya sederhana. Karena waktu itu kami sekolah di sekolah RSBI, jadi setiap
harinya cuma diisi sama belajar, belajar, dan belajar.
Dia nggak suka kehidupan yang terlalu monoton,
terlalu serius. Pernah suatu hari dia coba memakai sifat aslinya. Ya, pati
kalian tau apa yang terjadi. Dia makin dijauhi karena dianggap berbeda. Karena itu
dia milih buat make Fake ID ini. Tujuannya 1: supaya dia bisa bertahan di sini.
Aku yakin, kehidupan itu nggak akan jauh
berbeda. Jadi, buat kalian yang udah baca artikel ini, coba lebih peka sama
orang-orang di sekitar kita. Mungkin ada salah satu dari mereka yang memang
memakai kepalsuan yang udah sama-sama kita bahas di atas.
IEN-