Kamis, 01 Mei 2014

Fake ID


 

Buat kalian yang baca artikel ini pastinya udah tau apa yang mau kita bahas. Yak. Pasti kalian tau kan arti dari fake? Sesuai dengan judulnya, pada artikel ini kita bakal bahas tentang : kepalsuan.  
Seperti yang kalian tau selama ini, kehidupan itu nggak pernah sama. Life is never flat. Maka dari itu banyaaakkk banget orang yang kurang puas akan hidupnya. Kadang hidup juga nggak sesuai sama mimpi-mimpi yang udah kita susun sedemikian rupa di dream wall yang terpajang di kamar masing-masing (kalau ada). Nah, kenyataan yang nggak seuai sama harapan inilah yang jadi masalah.
Bagi sebagian orang, yang menikmati situasi ini bakal bilang kalau ini adalah tantangan yang bikin mereka semakin maju kalau bisa melewatinya. Tapi, nggak jarang, mungkin mayoritas orang bisa stress berat mikirin ini. Buat orang yang cuek-cuek aja sama yang namanya hidup, pasti bakal milih buat pake kepalsuan ini. Ya, fake ID.
Sebagian orang yang udah aku sebutin sebagai orang-orang cuek pasti milih buat nyembunyiin sifat aslinya. Apalagi di usia remaja seperti kami. Ya, sekarang kita pukul rata aja dulu semua. Kita anggap semua yang baca artikel ini adalah remaja.
Kami, sering banget nemuin orang-orang yang (terpaksa) memakai fake ID ini. Mereka cenderung menggunakan sifat palsunya itu di depan sebagian orang yang belum benar-benar kenal sama dia. Entah apa sebabnya. Mungkin bisa karna memang sifat aslinya lebih buruk dari yang palsu. Atau mungkin karena dia sudah tidak kuat untuk memakai sifat aslinya dan ingin mengganti sifatnya itu, tapi di sisi lain dia belum bisa sepenuhnya menghilangkan sifat itu.
Berdasarkan pengalaman yang udah aku alami, beberapa tahun lalu aku memiliki seorang sahabat yang memilih memakai sifat palsu ini. Saat pertama kali aku mengenal dia, dia itu cuma orang yang nyebelin, pendiem, omongannya sedikit tapi nyakitin, kecerdasannya juga hanya rata-rata. Maka dari itu teman-teman yang lain mulai menjauhinya. Saat menginjak tahun ke-3 perkenalan kami, aku baru tau kalau dia sebenernya nggak gitu.
Pada kenyataannya dia adalah orang yang sangat-sangat multitalent. Dia punya segudang kemampuan yang selama ini cuma dia simpen buat dirinya sendiri. Kecerdasannya juga bukan main, jauh diatas rata-rata. Di kehidupan nyatanya, dia adalah seorang skateboarder tapi dia lebih milih buat berjam-jam di depan laptop jadi gamer. Alasannya sederhana. Karena waktu itu kami sekolah di sekolah RSBI, jadi setiap harinya cuma diisi sama belajar, belajar, dan belajar.
Dia nggak suka kehidupan yang terlalu monoton, terlalu serius. Pernah suatu hari dia coba memakai sifat aslinya. Ya, pati kalian tau apa yang terjadi. Dia makin dijauhi karena dianggap berbeda. Karena itu dia milih buat make Fake ID ini. Tujuannya 1: supaya dia bisa bertahan di sini.
Aku yakin, kehidupan itu nggak akan jauh berbeda. Jadi, buat kalian yang udah baca artikel ini, coba lebih peka sama orang-orang di sekitar kita. Mungkin ada salah satu dari mereka yang memang memakai kepalsuan yang udah sama-sama kita bahas di atas.


IEN-




Tidak ada komentar:

Posting Komentar